Mak, Apa aku salah?

Mak
Sejak kecil aku menyadari
Bahwa ada banyak keragaman di dunia ini

Aku sadar
Ada banyak orang yang berbeda denganku
Dan aku tak pernah berniat merendahkan ataupun mengucilkan mereka

Mak,
Ketika aku ke ibukota
Aku bertemu banyak sekali orang yang berbeda

Latar belakang yang berbeda
Suku yang berbeda
Agama yang berbeda
Bahkan satu agama namun dengan keyakinan dan aliran yang berbeda

Aku memilih berteman dengan semua
Tanpa menjadikan perbedaan itu halangan untuk mewujudkannya

Aku tak peduli apakah dia tak seiman denganku
Aku tak peduli apakah dia berbeda aliran denganku

Jika dia orang baik
Jika dia teman yang asyik
Maka aku pasti menjaga hubungan baik dengannya

Tapi, Mak
Jika dia menyakiti hatiku
Apakah aku harus tetap berteman dengannya?

Apabila dia menginjak harga diriku
Mencaci maki hingga kepercayaan diriku luruh
Haruskah aku tetap berbaik hati padanya?

Mak,
Aku selalu berusaha menghargai hak azasi setiap orang
Pilihannya untuk beragama atau tidak beragama aku tidak pernah mempermasalahkan

Pilihannya untuk mengikuti norma atau melanggarnya
Aku tak pernah menghakiminya

Selama yang ia lakukan bukan tindakan kriminal
Selama dia tidak mengajak apalagi memaksaku mengikuti keyakinannya

Selama dia menghargai keyakinanku
untuk mengikuti ajaran Mak sejak kecil dulu
Aku akan merangkulnya dalam persahabatan

Tapi Mak,
Ketika dia menorehkan pisau tajam di hatiku
Hingga berdarah dan kelu

Aku tak mampu menanggungnya, Mak

Semua perbedaan bisa aku kesampingkan
Tapi ketika harga diri dan hatiku yang ia koyakkan

Aku tak sanggup lagi
Untuk tetap bersimpati
Atau berinteraksi dengannya lagi

Mak,
Aku tahu aku bukan manusia sempurna
Aku memiliki banyak salah dan cela

Aku tak menutup mata
Atas cacat dalam perilakuku
Atas khilaf dari mulut dan tindak tandukku

Namun,
Aku selalu berusaha jadi pribadi yang baik sesuai ajaranmu
Semampuku, sekuat tenagaku, sedaya upayaku

Minta maafpun ku tak ragu
Jika aku tahu salah ada di diriku

Bahkan ketika aku merasa tak salah
Aku tetap minta maaf untuk mendamaikan suasana

Tapi Mak,
Jika ada orang yang menghancurkan citraku
Mengoyak harga diriku
Menghancurkan hatiku hingga berserakan

Aku tak mampu
Menemukan maaf dihatiku untuknya

Aku tak mampu
Melupakan, sayatan kejam dari kalimat tajam yang ia lontarkan

Mak,
Aku tahu,
Hatimu seluas samudera
Dengan mudah memaafkan orang yang berbuat salah
Memendam amarah demi menjaga damainya suasana

Tapi aku tak sekuat dirimu, Mak

Ketika dia membuatku menangis
Ketika dia melukai hatiku
Ketika dia meluluhlantakkan harga diriku
Di depan orang lain

Aku tak mampu lagi bersikap manis
Aku tak bisa lagi mengesampingkan luka hatiku
Atas perbuatannya yang dulu dulu

Mak,
Apakah aku salah
Jika aku tak mau lagi berdekatan dengannya?

Mak,
Apa aku salah
Bila tak lagi berteman dengannya?

Mak,
Apa aku salah
Karena ingin menjaga hatiku
Supaya tidak lagi dilukai olehnya?

Mak,
Apakah aku salah?
Bila tak mampu memaafkan

Mak,
Haruskah aku tetap memaafkan?
Meski perih hati ini tak tertanggungkan?



Tegal Parang, 16-08-2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Quote dari Buku Sang Alkemis Paulo Coelho

Review Film Hamari Adhuri Kahani